Going Concern

2009 March 18

Talking about my grad school, means learned about Accounting . A lot of terms and principles that made me confused. One of the thing was “Going Concern Principle”. When I took my Basic Accounting lecture, I learned how to remember but not to understand. However, I learned the important thing after I knew the examples. So, to know more about it, I give you an easy example, by using current condition. I took it from my VC Experts mail. Please have a quick peek, and hope you understand it.

Things have changed. Just a few years ago, who would have questioned the going-concern status of General Motors, a company founded in 1908 that has grown to become the second largest automaker and was the annual global industry sales leader for 76 years. This month, General Motors disclosed that “If we fail to obtain sufficient funding for any reason, we would not be able to continue as a going concern and could potentially be forced to seek relief under the U.S Bankruptcy Code.”

The number of “going concern” warnings by corporate auditors could hit an all-time high in 2009, as the recession has put the survival of hundreds of companies in doubt according to the chief executive of the accounting firm, Grant Thornton.

Crazy Rules

2009 March 13
by Gilang

Living in Jakarta is a quite stressful experience for me or maybe everyone who lived here.

Jakarta, as a capital city, is populated more than 8 million people with only has an area of 661.52 square kilometers (around 12,000 person/sqr meter). So, can you imagine what kind of experience that you will face everyday, if you drove a car to your work? Even myself who doing it for 5 days in a week, still can’t believe I’m doing it.

I woke up every morning at 5.30. Go to work around 6.15 and spent my damn 2 hours in the street to get to my office, which is it will only takes around 45 minutes if you drove in Sunday morning. The problem is, I don’t  really matter with the long hour that I spent, but more with the trafic condition. Especially my experience dealing with motorcyclist.

If I can give you an illustrations, they just look like ‘Water in a labyrinth ‘. Always trying to find spaces to go through. Doing their acrobatic maneuver without looking their mirror if they want to cross between the line. It made me crazy.

And you know what? Sometime I do have this evil mind. If I was allowed to make a rule about punishment for bad motorbike driver, I will make the rule as crazy as this “Every car driver who saw motorbike driving irresponsibly,  they are allowed to crash their own car to them with maximum speed around 80 km/hr, and with minimum injured broken leg and broken arm”

JBRB dan Hari Anak Nasional

2008 July 22

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Jakarta Butuh Revolusi Budaya (JBRB) bekerjasama dengan Yayasan LPRU mengadakan peringatan Hari Anak Nasional pada hari Rabu 23 Juli, 2008. Acara akan dilaksanakan di Walikotamadya Jakarta Barat pukul 08.00-13.00.

Dalam acara ini JBRB akan memberikan secara simbolik tong sampah kepada Walikota Jakarta Barat yang nantinya akan diberikan ke delapan kecamatan di wilayah Jakarta Barat. JBRB akan memeriahkan acara dengan memberikan Dongeng Berburu dengan tema “Jagalah Lingkunganmu”, mengadakan lomba mewarnai, dan penampilan pencak silat sebagai budaya asli Jakarta.

Hubungi JBRB apabila teman-teman berminat mengunjungi acara ini. JBRB juga membuka kesempatan bagi teman-teman yang ingin menjadi sukarelawan dan menjadi bagian dari kegiatan ini. Kalau ada krayon atau tong sampah yang mungkin kamu ingin sumbangkan, that’ll be great!

Hubungi Anggie di 021-9454-6088.

Pesan untuk aksi mahasiswa yang anarkis

2008 June 24
by Gilang

Aksi demo mahasiswa bisa dikatakan sebagai ujung tombak aspirasi rakyat. Hal ini tak luput dapat tergambarkan dari peranan mahasiswa yang mengusung aksi reformasi ‘98. Peran dan sumbangsih pergerakan mereka memang patut diacungkan jempol.

Kebijakan pemerintah dalam menaikan BBM yang didorong oleh faktor makroekonomi dalam hal tingginya harga minyak dunia, disatu sisi dinilai dapat menyengsarakan rakyat kecil, namun disisi lain mempengaruhi kinerja APBN mencapai defisit, yang secara jangka panjang dapat berdampak buruk bagi perekonomian di Indonesia.

Respons dari mahasiswa pun bersambut, mereka menganggap pemerintah SBY-JK tidak lagi berpihak kepada rakyat. Aksi masa mahasiswa pun mulai bergulir satu demi satu. Namun yang sangat disayang kan penuh nya aksi anarkis mahasiswa yang sudah mulai keluar dari jalur dan tatanan tujuan aksi demo tersebut. Mahasiswa yang diharapkan manusia yang berintelektual harus nya dapat menahan emosi dan meredam ke anarkisan tersebut. Sehingga tujuan awal yang membela rakyat tidak ternodai. Hidup Mahasiswa!!!

Pemilu 2009, Saya pilih SBY

2008 June 21

Berbicara tentang peta perpolitikan di Indonesia memang bisa di bilang terlalu dini, namun tidak ada salah nya untuk memulai memperhatikan bakal calon-calon presiden yang akan bersuara di kancah politik dalam negeri.

Sedikit mengulas pemilihan umum sebelumnya, ada satu hal yang perlu kita garis bawahi bersama bahwa pemilu 2004 yang lalu merupakan bentuk keberhasilan pesta demokrasi pancasila di Indonesia. Pasca krisis ekonomi, dimana seluruh kalangan rakyat Indonesia merindukan sebuah perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik di segala sektor. Indonesia membutuhkan karakter pemimpin yang mampu merubah nasib bangsa ini, yang tentu nya bukan lah tugas yang mudah bagi siapa pun yang terpilih pada saat itu. Pejuang-pejuang senior di panggung politik seperti Wiranto, Megawati, Amien Rais serta Susilo Bambang Yudhoyono, merupakan beberapa nama yang kala itu merupakan bakal calon kuat untuk menjadi pemimpin negara.

Siapakah kira-kira nama-nama calon presiden yang akan ada di daftar pilihan anda pada tahun 2009 ? Kalau saya sendiri sudah punya salah satu calon yang akan saya pilih nanti nya. Yup… Susilo Bambang Yudhoyono. Tidak dipungkiri memang banyak orang yang merasa kepemimpinan nya banyak kekurangan, seperti halnya yang banyak diungkapkan yaitu ketidaktegasan nya dan keraguan beliau dalam mengambil sebuah keputusan. Namun saya melihat itu dari kaca mata yang berbeda. Coba anda bayangkan apa bila anda adalah seorang Presiden sebuah negara yang beragam dari segala faktor baik itu agama, politik, budaya, ataupun kepentingan-kepentingan yang sifat nya individu dan golongan. Tentunya anda akan mencoba mencari sebuah solusi atas suatu masalah dengan mempertimbangkan segala kepentingan yang ada dengan meminimalkan kerugian bagi semua pihak.

Wuih…kalau saya berada di posisi tersebut, tentu bukan hal yang mudah. Melihat sepak terjang SBY selama memimpin Republik Indonesia, saya hormat dan tunduk kepada beliau atas usaha dan perjuangan nya untuk mencoba memberikan yang terbaik sebagai anak bangsa ini sebagai pemimpin bangsa. Tantangan dan masalah yang ada di negara ini mungkin beliau tidak mampu menyelesaikan nya selama periode pertama jabatannya sebagai RI 1, namun saya atau siapapun juga tidak bisa menjamin dengan terpilih nya beliau di periode 2009-2014 juga dapat merubah total negara ini menjadi lebih baik. Tapi setidak nya saya melihat perbaikan kecil yang beliau bawa selama masa kepemimpinan nya, yaitu semangat totalitas memberikan sumbangsih kepada negara dengan seluruh tenaga dan pemikiran beliau.

Namun semua itu kembali lagi kepada hak pilih temen-temen pembaca blog ini menanggapi nya, tentu anda sudah punya idola dan karakter pemimpin seperti apa yang akan anda pilih nanti di Pemilu 2009 bukan?

The image was taken from here : Theage.com.au