<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Mahalnya Sebuah Pengakuan di Jakarta</title>
	<atom:link href="http://andrigilang.wordpress.com/2008/03/24/mahalnya-sebuah-pengakuan-di-jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andrigilang.wordpress.com/2008/03/24/mahalnya-sebuah-pengakuan-di-jakarta/</link>
	<description>andri gilang</description>
	<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 23:51:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>By: a. Rahman Isnaini r. Sutan</title>
		<link>http://andrigilang.wordpress.com/2008/03/24/mahalnya-sebuah-pengakuan-di-jakarta/#comment-218</link>
		<dc:creator>a. Rahman Isnaini r. Sutan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 04:33:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrigilang.wordpress.com/?p=118#comment-218</guid>
		<description>Akan lebih baik lagi yang kaya jangan berlebih2an...
Kalo bisa Zakat dan berbagi dengan yang miskin, mengingat kesenjangan sudah semakin parah setiap hari.

Saling hormat menghormati dan berbagi.

wassalam
a. rahman isnaini r.sutan
http://risnaini.wordpress.com/profile
http://sisikehidupan.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akan lebih baik lagi yang kaya jangan berlebih2an&#8230;<br />
Kalo bisa Zakat dan berbagi dengan yang miskin, mengingat kesenjangan sudah semakin parah setiap hari.</p>
<p>Saling hormat menghormati dan berbagi.</p>
<p>wassalam<br />
a. rahman isnaini r.sutan<br />
<a href="http://risnaini.wordpress.com/profile" rel="nofollow">http://risnaini.wordpress.com/profile</a><br />
<a href="http://sisikehidupan.wordpress.com" rel="nofollow">http://sisikehidupan.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gilang</title>
		<link>http://andrigilang.wordpress.com/2008/03/24/mahalnya-sebuah-pengakuan-di-jakarta/#comment-207</link>
		<dc:creator>Gilang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 01:33:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrigilang.wordpress.com/?p=118#comment-207</guid>
		<description>@ Dino,

Setuju dengan pendapat anda dino, memang kalau sukses dan berhasil dari kerja keras sendiri, memang pantas untuk menikmati nya dan tidak ada yang salah dengan hal itu, tapi kalau hasil korupsi sih udah menyengsarakan rakyat trus kepedean sendiri lagi dari hasil korupsi tersebut, thanks for ur comment.

@GBM,

kalau bangsawan darahnya biru, jendral... thanks for visit</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Dino,</p>
<p>Setuju dengan pendapat anda dino, memang kalau sukses dan berhasil dari kerja keras sendiri, memang pantas untuk menikmati nya dan tidak ada yang salah dengan hal itu, tapi kalau hasil korupsi sih udah menyengsarakan rakyat trus kepedean sendiri lagi dari hasil korupsi tersebut, thanks for ur comment.</p>
<p>@GBM,</p>
<p>kalau bangsawan darahnya biru, jendral&#8230; thanks for visit</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: guebukanmonyet</title>
		<link>http://andrigilang.wordpress.com/2008/03/24/mahalnya-sebuah-pengakuan-di-jakarta/#comment-206</link>
		<dc:creator>guebukanmonyet</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:57:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrigilang.wordpress.com/?p=118#comment-206</guid>
		<description>Capek deeeh. Pengakuan emang mahal! Darah itu merah, Jendral...... Haha.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Capek deeeh. Pengakuan emang mahal! Darah itu merah, Jendral&#8230;&#8230; Haha.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dino</title>
		<link>http://andrigilang.wordpress.com/2008/03/24/mahalnya-sebuah-pengakuan-di-jakarta/#comment-197</link>
		<dc:creator>Dino</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 11:30:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrigilang.wordpress.com/?p=118#comment-197</guid>
		<description>Aku juga sebetulnya agak prihatin melihat kesenjangan yang begitu lebar. Tapi di sistem kapitalis seperti di Indonesia, hal seperti ini tidak bisa dihindari. Bagaimanapun itu adalah uang hasil kerja mereka, dan pilihan untuk bergaya adalah pilihan hidup mereka. Yang tidak bisa dibenarkan adalah ketika uang untuk foya-foya tersebut adalah hasil dari kegiatan yang tidak benar (korupsi atau kejahatan). Kalo memang orang yang menggunakan mobil mahal tersebut mendapatkannya berkat kerja keras, hal tersebut malah bisa menjadi impian bagi orang yang mau untuk bekerja keras demi masa depannya.

Nice blog you have here..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku juga sebetulnya agak prihatin melihat kesenjangan yang begitu lebar. Tapi di sistem kapitalis seperti di Indonesia, hal seperti ini tidak bisa dihindari. Bagaimanapun itu adalah uang hasil kerja mereka, dan pilihan untuk bergaya adalah pilihan hidup mereka. Yang tidak bisa dibenarkan adalah ketika uang untuk foya-foya tersebut adalah hasil dari kegiatan yang tidak benar (korupsi atau kejahatan). Kalo memang orang yang menggunakan mobil mahal tersebut mendapatkannya berkat kerja keras, hal tersebut malah bisa menjadi impian bagi orang yang mau untuk bekerja keras demi masa depannya.</p>
<p>Nice blog you have here..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://andrigilang.wordpress.com/2008/03/24/mahalnya-sebuah-pengakuan-di-jakarta/#comment-193</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 05:20:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrigilang.wordpress.com/?p=118#comment-193</guid>
		<description>@Gilang
iya mgkn udah suatu masalah umum ya, gak cuma orang jakarta doang, manusia cenderung menilai sesuatu/seseorang dari penampilan dan apa yang dia punya (materialism point of view), mgkn kita sendiri harus tau orang yang kita temui kaya apa, misalnya dia senang menilai penampilan daripada sifat/kemampuan orang nah kalo gitu kita harus berpenampilan agak wah di depannya, supaya "akses" kita utk bergaul dan berbisnis ma dia lancar. yah, walau penampilan, fisik, kekayaan memang bukan segala2nya, tapi bukan berarti luput dari perhatian. mereka memang penting tapi bukan paling penting, meski bukan paling penting tapi bukan berarti tidak penting. sewajarnya dan sekedarnya aja, liat sikon, kemampuan finansial dan lain2 :)

yang sekarang totellthetale.wordpress.com hehe sori bikin bingung :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Gilang<br />
iya mgkn udah suatu masalah umum ya, gak cuma orang jakarta doang, manusia cenderung menilai sesuatu/seseorang dari penampilan dan apa yang dia punya (materialism point of view), mgkn kita sendiri harus tau orang yang kita temui kaya apa, misalnya dia senang menilai penampilan daripada sifat/kemampuan orang nah kalo gitu kita harus berpenampilan agak wah di depannya, supaya &#8220;akses&#8221; kita utk bergaul dan berbisnis ma dia lancar. yah, walau penampilan, fisik, kekayaan memang bukan segala2nya, tapi bukan berarti luput dari perhatian. mereka memang penting tapi bukan paling penting, meski bukan paling penting tapi bukan berarti tidak penting. sewajarnya dan sekedarnya aja, liat sikon, kemampuan finansial dan lain2 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>yang sekarang totellthetale.wordpress.com hehe sori bikin bingung <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
