Home > Economics, International Trade, My Opinion > KEBIJAKAN PERDAGANGAN AMERIKA SERIKAT DALAM MENINGKATKAN KINERJA EKSPOR

KEBIJAKAN PERDAGANGAN AMERIKA SERIKAT DALAM MENINGKATKAN KINERJA EKSPOR

Image

A.    LATAR BELAKANG

Kinerja Perdagangan Amerika Serikat pada periode 2006-2010 mencapai puncaknya pada tahun 2008 dengan nilai total perdagangan mencapai US$ 3.4 triliun, komposisi total ekspor tercatat sebesar US$ 1.2 triliun dengan nilai total impor mencapai hampir dua kali lipat yaitu sebesar US$ 2.1 triliun, dengan demikian pada tahun 2008 tersebut pemerintah AS mencatat defisit perdagangan sebesar US$ 816 miliar.Namun demikian krisis sektor keuangan pada tahun 2008 yang melanda AS memberikan dampak terhadap penurunan kinerja perdagangan dengan total perdagangan sebesar US$ 2.6 triliun pada tahun 2009, berkurang sebesar US$ 775 miliar dibandingkan pada tahun 2008. (World Bank, 2010).

Gejala penurunan kinerja perdagangan tersebut tentunya tidak hanya berdampak kepada AS namun juga seluruh negara di dunia, hal ini melatarbelakangi dan meningkatkan sikap kecenderungan beberapa negara untuk menerapkan kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis untuk melindungi pasar dalam negeri (inward looking policy).Namun demikian, Presiden Obama, dalam pidatonya di State Union pada 27 Januari 2010, menyampaikan pandangannya untuk menetapkan tujuan yang ambisius terkait kebijakan perdagangan yaitu pertumbuhan nilai ekspor AS yang ditargetkan dapat meningkat sebesar 2 (dua) kali lipat dalam jangka waktu lima tahun (2010-2015), sehingga dapat menciptakan 2 juta tenaga kerja baru bagi masyarakat AS (New York Times, 2010).

Kebijakan Presiden Obama tersebut tentunya mendapat tantangan dan rintangan yang harus dihadapi antara lain perlunya kebijakan-kebijakan yang riil dan terobosan-terobosan baru dalam sektor perdagangan.

B.    KEBIJAKAN EKSPOR NASIONAL AS (NATIONAL EXPORT INITIATIVES)

Langkah awal yang diambil pemerintahan Obama adalah dengan disusunnya The President’s 2010 Trade Policy Agenda yang menggagas terbentuknya Export Promotion Cabinet yang fokus dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang diperlukan untuk mencapai peningkatan nilai ekspor hingga 2 kali lipat dari US$ 1.57 triliun tahun 2009 menjadi US$ 3.14 triliun pada tahun 2015, dan tentunya diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat AS.

National Export Initiatives (NEI) yang disusun oleh Pemerintahan Obama ini bertujuan untuk dapat menganalisa dan memberikan rekomendasi serta bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan guna mencapai target ekspor yang ditentukan tersebut.

Adapun fokus utama dan langkah-langkah perbaikan yang dilakukan oleh NEI meliputi:

1. Meningkatkan usaha advokasi dan promosi perdagangan sehingga kegiatan promosi yang dilakukan melalui misi dagang dapat didukung dengan baik.

2. Meningkatkan akses atas fasilitas pembiayaan ekspor (export financing);

3. Menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan di negara mitra dagang AS;

4. Menata dan menerapkan peraturan perdagangan sesuai perjanjian dengan mitra dagang AS;

5. Menyusun kebijakan perdagangan global untuk dapat mempromosikan pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan dan seimbang.

Melalui langkah-langkah perbaikan yang dilakukan tersebut maka disusunlah 8 (delapan) rekomendasi sebagai prioritas oleh NEI, yang melalui rekomendasi tersebut melibatkan koordinasi antar instansi/kementerian AS yang sifatnya lintas sektoral.

Rekomendasi yang disusun dengan beberapa rumusan disampaikan melalui capaian jangka pendek dan jangka panjang, sebagai berikut:

1.       Peningkatan Ekspor oleh UKM

  • Rekomendasi Jangka Pendek:

Dalam rekomendasi peningkatan ekspor oleh kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), diperlukan dukungan pemerintah dalam tahap (i) identifikasi pelaku usaha UKM yang potensial dalam melakukan ekspor; (ii) Melatih dan mempersiapkan pelaku usaha UKM yang telah teridentifikasi; (iii) Menghubungkan pelaku usaha UKM dengan pelaku usaha dinegara tujuan ekspor; dan (iv) Memberikan dukungan penuh kepada pelaku usaha UKM setelah menemukan peluang ekspor tersebut.

  • Rekomendasi Jangka Panjang:

Technology Upgrade, Memberikan update atas penggunaan teknologi yang dapat meningkatkan kinerja atau kemampuan para pelaku usaha UKM antara lain melalui pelaksanaan pelatihan, mengadakan forum pertemuan antara pelaku usaha UKM, kesempatan dalam memperoleh fasilitas pembiayaan ekspor, dan lain sebagainya.

2.       Dukungan Ekspor dari Federal

  • Rekomendasi Jangka Pendek

Melalui rekomendasi Federal Export Assitance dalam kurun waktu singkat beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

a)       Fokus pada diversifikasi pasar (New Market Exporter Initiative);

b)       Menarik lebih banyak para pembeli asing ke pameran-pameran dagang di AS dan membentuk kemitraan antara pembeli dengan perusahaan-perusahaan AS;

c)       Meningkatkan jumlah perusahaan AS yang menghadiri pameran dagang di luar negeri;

d)       Meningkatkan dukungan pemerintah AS terhadap ekspor yang berorientasi pada efisiensi energi dan energi terbaharukan;

e)       Memperluas kesempatan berbisnis bagi industri energi nuklir AS;

f)        Meningkatkan kemampuan entitas bisnis minoritas di AS dalam melakukan kegiatan ekspor;

g)       Meningkatkan anggaran untuk infrastruktur promosi perdagangan.

  • Rekomendasi Jangka Panjang

a)       Meningkatkan koordinasi dengan negara bagian dalam hal program promosi ekspor;

b)       Mengidentifikasi dan mendorong ekspor oleh perusahaan AS yang menjual teknologi di sektor-sektor yang pertumbuhannya tinggi;

c)       Meningkatkan dukungan bagi perusahaan-perusahaan AS yang mengekspor ke Brasil, India, dan China;

d)       Mengimplementasikan strategi promosi ekspor di negara-negara yang telah ditentukan – pasar dimana perusahaan AS dapat meningkatkan keuntungan dalam waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.

3.       Misi Dagang

  • Rekomendasi

a)       Mengembangkan dan meningkatkan target misi dagang;

b)       Meningkatkan jumlah misi dagang yang dilakukan oleh para pejabat senior dari Export Promotion Cabinet dan TPCC agencies;

c)       Menindaklanjuti hasil misi dagang dengan para perusahaan yang ikut serta dalam misi dagang;

d)       Meningkatkan jumlah misi dagang yang sempat tertunda;

e)       Memperkuat infrastruktur promosi ekspor untuk mendukung misi dagang;

f)        Menghubungkan misi dagang AS dengan pameran-pameran dagang.

4.       Memberikan Dukungan Komersial (Commercial Advocacy)

  • Rekomendasi Jangka Pendek

a)       Meningkatkan koordinasi antar unit;

b)       Secara cepat membawa commercial advocacy khusus ke dalam perhatian Gedung Putih;

c)       Meningkatkan kesadaran perusahaan AS akan manfaat commercial advocacy;

d)       Melakukan market intelligence untuk membuka peluang ekspor.

  • Rekomendasi Jangka Panjang

a)       Mengkolaborasi para eksportir utama AS dengan efektif;

b)       Mengembangkan tim-tim commercial advocacy yang fokus pada sektor-sektor utama dan pasar internasional;

c)       Mengkaji dampak dari pembiayaan perdagangan dan kredit ekspor terhadap commercial advocacy.

5.       Meningkatkan Kredit Ekspor

  • Rekomendasi

a)       Menyediakan kredit ekspor lebih banyak;

b)       Memudahkan pinjaman bagi UKM;

c)       Fokus pada aktivitas peminjaman dan pencapaian pasar internasional yang menjadi prioritas;

d)       Meningkatkan usaha untuk menciptakan industri-industri global yang kompetitif;

e)       Meningkatkan jumlah dan cakupan kemitraan publik dan swasta (public-private partnerships);

f)        Menyederhanakan dan mengkaji ulang aplikasi proses ekspor bagi para eksportir AS, terutama UKM.

6.       Menyeimbangkan Ekonomi Makro

  • Rekomendasi Jangka Pendek:

-          Memperkuat perbaikan ekonomi global.

  • Rekomendasi Jangka Panjang:

-          Menyeimbangkan permintaan global.

7.       Mengurangi Hambatan Dagang

  • Rekomendasi 1: negosiasi untuk membuka akses pasar baru

a)       Menyelesaikan perjanjian Putaran Doha WTO;

b)       Menyelesaikan kesepakatan TPP;

c)       Menyelesaikan berbagai permasalahan, termasuk mendapatkan persetujuan Kongres terhadap implementasi perjanjian FTA dengan Korea, Panama dan Kolombia yang sempat tertunda;

d)       Menciptakan peluang pasar bagi barang dan jasa lingkungan;

e)       Mengembangkan peluang bagi perusahaan AS untuk berkompetisi di emerging markets.

  • Rekomendasi 2: memanfaatkan perjanjian perdagangan dan forum kebijakan perdagangan

a)       Memperkuat komitmen kebijakan perdagangan dengan mitra dagang;

b)       Memaksimalkan hasil-hasil yang dicapai dalam KTT APEC 2011 dimana AS menjadi tuan rumahnya;

c)       Memperdalam komitmen kerjasama dengan negara-negara emerging markets utama, seperti China, India, Brasil;

d)       Mengembangkan kebijakan perdagangan dengan negara-negara emerging markets lainnya, seperti Kolombia, Indonesia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki dan Viet Nam;

e)       Memanfaatkan mekanisme kebijakan perdagangan bilateral untuk memperluas peluang akses pasar;

f)        Menangani hambatan-hambatan perdagangan non tarif terhadap produk industri dan pertanian;

g)       Meningkatkan usaha dalam menangani permasalahan UKM;

h)       Mendorong peningkatan pembangunan kapasitas dalam bidang perdagangan dengan negara-negara emerging markets.

  • Rekomendasi 3: mendorong pelaksanaan kebijakan yang baik

a)       Memperkuat pelaksanaan dan pengawasan;

b)       Melipatgandakan usaha dalam mengawasi pelaksanaan FTA secara menyeluruh;

c)       Memanfaatkan kebijakan perdagangan untuk melindungi dan melaksanakan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI);

d)       Menangani permasalahan korupsi melalui perjanjian perdagangan dan pembangunan kapasitas.

  • Rekomendasi 4: memperkuat sistem perdagangan multilateral

-         WTO tetap merupakan alas kerjasama multilateral bagi kebijakan perdagangan AS.

8.       Promosi Ekspor Jasa

a)       Memastikan tersedianya data dan pengukuran yang lebih baik bagi perdagangan sektor jasa AS;

b)       Fokus pada sektor dan pasar utama untuk koordinasi promosi ekspor yang lebih baik untuk sektor jasa;

c)       Mengurangi hambatan dagang terdadap ekspor jasa AS.

C.    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN EKSPOR NASIONAL AS

Berdasarkan implementasi dari 8 (delapan) rekomendasi tersebut, Pemerintah AS mengklaim telah meraih sejumlah hasil dalam peningkatan perdagangan, khususnya ekspor. Adapun langkah-langkah yang telah tercapai, antara lain:

  1. Melakukan 20 misi dagang di 25 negara mitra dagang AS dengan melibatkan kurang lebih 250 pengusaha. Melalui misi dagang tersebut diproyeksikan pencapaian transaksi hingga US$ 2 miliar.
  2. Memfasilitasi perusahaan AS dalam bersaing memperoleh kontrak kerja di luar negeri yang diperkirakan mencapai nilai sebesar US$ 11.8 miliar (ekspor) dan sedikitnya membuka 70.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat AS;
  3. Mempertemukan produsen AS dengan kurang lebih 8.800 pembeli dari luar negeri yang mengunjungi pameran dagang di AS;
  4. Mengidentifikasi 2.000 eksportir potensial dalam registery kontrak kerja di AS;
  5. Berdasarkan data Exim Bank AS, telah terjadi peningkatan akses terhadap fasilitas pembiayaan ekspor sebesar 20% dari US$18.3 miliar menjadi US$ 21.5 miliar dengan estimasi lapangan kerja baru yang terbentuk hingga 30.000 tenaga kerja;
  6. Berkurangnya hambatan perdagangan melalui pembukaan pasar ekspor AS ke China untuk produk babi dan daging babi asal AS dengan estimasi total ekspor sebesar US$ 250 miliar pertahunnya.

D.      KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT

Bentuk kebijakan yang diambil oleh Pemerintah AS dalam hal ini inisiatif mereka dalam meningkatkan ekspor nasional tentunya dapat dijadikan contoh oleh Pemerintah Indonesia dalam menetapkan strategi dan langkah-langkah yang diperlukan dalam meningkatkan kinerja ekspor Indonesia.

Saat ini Indonesia melalui Kementerian Perdagangan menetapkan target kinerja ekspor pada tahun 2012 sebesar USD 230 Milyar, dengan komposisi negara tujuan ekspor ke negara non-tradisional meningkat sebesar 25% pada tahun 2012 tersebut.

Hal ini sejalan dengan pandangan yang disampaikan oleh Muhammad Chatib Basri dalam artikelnya di Kompas tanggal 16 Januari 2012 yang berjudul ”Jangan Bergantung pada Keberuntungan” menurutnya merupakan hal yang sangat penting bagi Indonesia untuk dapat meningkatkan ekspor dan melakukan diversifikasi pasar ekspor,  mengingat pasar ekspor Indonesia yang relatif terbatas. Hal ini tampak pada faktor pendorong ekspor Indonesia dalam 18 tahun terakhir merupakan produk yang sama yang dijual ke pasar yang sama. Beliau berpendapat salah satu faktor yang menghambat kinerja ekspor adalah promosi dan pemasaran. Oleh karena itu, diversifikasi ekspor perlu didukung dengan pemasaran dan promosi yang kuat.

Referensi:

  1. M Chatib Basri, “Jangan Bergantung Kepada Keberuntungan”, Kompas 16 Januari 2012;
  2. New York Times, 2010;
  3. Pusat Data dan Informasi, Kemendag;
  4. US Trade Policy Agenda
  5. US National Export Initiatives;
  6. Website United State Trade Representatives;
  7. World Bank, 2010.
About these ads
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: