see differently, think differently

Aku Bermimpi!

Posted in Artikel, Simple words by Gilang on May 4th, 2008

Dilema, oh dilema. Nasib bangsa ini yang terapung mengambang di pinggir kali Ciliwung yang tak terawat hingga korengnya berwarna hitam kecoklatan. Pagi hari yang cerah di rumahku, menghirup udara segar bernapaskan CO2 hasil karbonasi gas buang yang beremisi diatas ambang wajar kota tercinta. Emas cair itu kian menanjak tak terkira, saudara-saudara ku tiba-tiba berteriak “lapar! lapar! lapar!”, aku bertanya, “kenapa lapar?” sahut ku kembali karena tak terdengar tanda jawabnya, “kenapa?”, pekikan dari mereka menjawab, “mahal, mahal, mahal”. Ucapkan tolong, pintanya, tanpa ada jawab yang pasti.

Mereka-mereka yang sibuk kian sirna dengan ketololan dan kemaksiatan sandiwara yang mereka rancang sendiri, mengingat panggung 2009 tinggal hitungan bulan dan jari. “Sial!!!!” teriak ku. Caci maki tanpa henti, iklan tivi penuh dengan janji. “1 Satu, 2 Dua, 3 Tiga, terus???” adik ku yang kecil mencoba berhitung. Hitungan deret angka yang seakan menggambarkan jumlah borok yang bertambah masuk ke liang lahat. Mereka yang selama ini tak tersentuh (untouchable). Terperangkap oleh sistem ciptaan mereka sendiri. “ini kah karma?” linang air mata seorang istri yang tak lain penyanyi dangdut. “Goyang Mang!”….

“Bangun!!” Ibu ku yang sudah berumur itu memanggil, berumur bisa dilihat dari banyak nya yang menganggur, berumur bisa dilihat dari tinggi nya kesenjangan, marak nya kemiskinan. “Mau dibawa kemana aku ini?”.

Sesak napas ku tiada henti, menanti datang nya pagi, indah cemerlang mewarnai, seakan semuanya pesona indah tiada akhir. “Humph” hela napas ku, ternyata itu semua hanya mimpi.

Mahalnya Sebuah Pengakuan di Jakarta

Posted in Artikel by Gilang on March 24th, 2008

Suasana kota Jakarta yang semakin ramai dan padat digelumuti para pencari nafkah baik itu di pagi hari, siang hari, atau malam hari, seakan tidak mengenal lelah. Keramaian tersebut menggambarkan betapa berkembang dan maju nya standard kehidupan dan gaya hidup yang semakin global.

Meskipun hal tersebut hanyalah segelintir kecil yang terlihat dari kehidupan di Jakarta, tidak dipungkiri kebobrokan serta jarak simpang antara yang kaya dan miskin tergeletak di pinggir jalan lampu merah mengadu nasib antara kelaparan hari ini atau mati di esok hari, sebagai perwakilan kelompoknya masih merupakan mayoritas di kota ini.

BMW Simbol sebagai kota metropolis yang dipenuhi dengan gedung-gedung bertingkat, kawasan perkantoran serta niaga, lalu lalang eksekutif muda berdasi serta mobil-mobil mewah bersandar di ibukota tercinta ini.

Salah seorang teman penulis pernah berkata saat berkunjung ke Jakarta, ”Wow, hebat sekali yah Indonesia (Jakarta), gedung-gedung bertingkat serta mobil mewah dimana-mana, tidak seperti yang saya bayangkan”. Memang benar, sebut saja merk-merk mobil mewah ternama seperti BMW, Mercedes Benz, Jaguar.Mungkin 3 dari 10 mobil yang berada di jalan-jalan utama Jakarta merupakan merk mobil tersebut.

Ambilah contoh salah satu price list mobil mewah tersebut di link berikut ini, series 7 yang tersedia di mobil berlambang dominan biru hitam tersebut bisa mencapai Rp 2.5 Milyar. ”Gila gak tuh?!?”. Gak kok, gak sama sekali, malah akan sangat mudah menemukan nya di jalan-jalan besar kota Jakarta. (more…)

Lindsay Lohan Best Video Tape, Bear Stearn, and Ayat-Ayat Cinta

Posted in Artikel by Gilang on March 23rd, 2008

Ayat ayat Cinta Well, talking about something booming in each aspect, people have their own opinions. Let say,  if were talkin’ about new movie that released by MD entertainment Indonesia titled “Ayat-Ayat Cinta, which i’ve seen it not long time ago, it was truly a nice movie to be watched till the end, but as a common people i will say that it needs some touch up in every scene movements, according to me it ruins the sense of the movie.   Bear StearnsBear Stearns,  one of the example that uncertainty in economic condition is really happen, not only theoretically, but also practical, when their stock fall out into pieces for only US $2 per share, showing that one of the biggest financial institutions in united states have to sacrificed in this condition happen known as recession. It was “helped” by JP Morgan. lohanLindsay Lohan, after had been rumored about drugs problem. The most recent issues came after her again, Lohan porn video tape with Best has been delivered through out the internet. An actress who had been played in movies  ”Mean Girls” have not been confirmed yet about this tape. 

The Story behind the Hole

Posted in Artikel, Marketing, My Opinion, Pemikiran by Gilang on November 30th, 2007

J.Co Donuts and Cofee

Have you ever imagine almost Indonesian enjoy having their lunch by eating some donuts? Yes, unbelievable isn’t it? It was never been cross my minds before that around 5 years ago a hole in donuts become so popular nowadays. So let’s spend your time a lil’ bit to read about this hole story, will you?

A doughnut, or donut, referring the definition from Wikipedia is a sweet, deep-fried piece of dough or batter. There are so many popular international brand for donuts such as Krispy Kreme and Dunkin’ Donut.

Dunkin’ DonutsYes, for so many years if you asked Indonesian about what first brand come to their mine if u asked about donuts, it must be two majority answer, the first one should be Dunkin’ Donuts and the second one would be donut kampoeng (a cheap home-made donuts). But, now the market seems to have another answers.

It’s exactly started one year ago; I went to this marketing seminar in my university that talked about brand positioning. Johnny Andrean, also known as popular hair stylist, is one of the main speakers. His jobs as a hair stylist, make him to travel around countries and he impressed me of his business instinct and entreprenuership ideas. He taught me a lot about his business history.

One of Johnny successful business is in this hole area known as J.Co Donuts and Coffee. His baby isn’t almost three years but it already makes heaps traffic in queuing area of the J.Co store to taste the crunchy. To him crunchy means profit. Yep that’s true, its real business.

Outlet J.CoWhat makes J.Co influence the market? the answer is product innovation. Dunkin donuts as a market leader was already in their comfort zone, make them uncompetitive to the innovation, consumer as the market didn’t have their ability to choose another product, since dunkin is the only one at that moment. J.Co as the new player bring the fresh air to market, by make donuts as a trend setting lifestyle. Marketing mix between sakura strategy and open-kitchen in every outlet seems attract customer curiosity to tried and tastes the new J.Co experience.

Can you imagine, J.Co first outlet was opened in Lippo Karawaci on June 26, 2005. Now its been succeeded to open 29 outlet nationally, including one outlet in Malaysia, and will J.Coing soon in Singapore next year. I must said that J.Co is one of the most successful Indonesia franchise, created and owned by Indonesian. We have something to be proud of and hope to see another innovative idea comes from Indonesian, we believe it will happen. I’m proud to be Indonesian.

 

 

Surat dari Selong

Posted in Artikel by Gilang on November 9th, 2007

 

sdselong.jpg
Perkenalkan, nama saya Rusdi Indradewa dan saya adalah Ketua komunitas Jakarta Butuh Revolusi Budaya.Pada tanggal 27 Oktober 2007 yang lalu saya datang ke SDN Selong 01 Senopati Pagi Kebayoran Baru untuk bertemu dengan Kepala Sekolah Ibu Sri Subarni. Selain membicarakan tentang kegiatan Jakarta Butuh Revolusi Budaya (JBRB) saya berniat untuk melakukan silahturahmi dengan Beliau berhubung hari raya Idul Fitri baru saja berlalu.

Saya mengemukakan satu kendala utama yang kami hadapi dalam menjalankan bimbingan belajar (bimbel) gratis, yaitu kurangnya jumlah tenaga pengajar. Sebenarnya, JBRB sudah memiliki jumlah tenaga pengajar yang cukup namun sayangnya kebanyakan dari pengajar adalah mahasiswa yang sekarang sedang sibuk mengurus skripsi atau mengikuti praktek kerja lapangan sehingga saat ini JBRB mengalami sedikit kesulitan untuk menjalankan program bimbel tersebut. Selain masalah bimbel, saya juga melontarkan wacana Rumah Cerdas yang selama ini ada di pikiran para anggota JBRB. Rumah Cerdas dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca para murid SDN Selong 01 yang selama ini tidak memiliki perpustakaan untuk memperoleh ilmu tambahan di luar kelas. (more…)

Tagged with: ,