Home > apa kata mereka? > Generasi Instan (memperingati hari sumpah pemuda – 28 oktober)

Generasi Instan (memperingati hari sumpah pemuda – 28 oktober)

Sumpah pemuda

sebuah artikel dari mediaIndonesia online yang pantas dibaca dan direnungkan.

Generasi Instan

TEPAT hari ini, 79 tahun yang lalu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara melepas primordial kesukuan. Mereka menyatukan rasa dan hasrat untuk satu bangsa, satu bahasa, dan satu Tanah Air.

Kesamaan riwayat dan kesamaan kehendak telah menyatukan anak muda dalam ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Ikrar itu pun menjadi mantra mujarab yang mampu mengantarkan bangsa ini meraih kemerdekaan.

Tragisnya, ikrar Sumpah Pemuda itu kini sudah sayup-sayup terdengar dihempas gelombang selera generasi baru yang gemar hura-hura. Generasi baru yang mulai mengidap penyakit amnesia sejarah, penyakit lupa riwayat.

Sungguh ironis memang. Zaman yang mengagungkan modernitas ini justru dihuni generasi kerdil. Bukan hanya kerdil dalam mewarisi nilai sejarah, tapi licik berpikir malah hampa kehendak. Generasi sekarang justru tidak mampu memahat karya agung yang bisa dikenang sepanjang perjalanan detak jarum detik.

Kaum muda sekarang cenderung disandera kemewahan sehingga mereka menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Inilah generasi instan.

Generasi yang membunuh proses demi menggapai hasil. Media massa terutama audio visual turut berperan membidani kelahiran generasi instan itu.

Akibatnya, ketika hasil tidak bisa diraih sekejap, tidak sedikit anak muda yang terjebak narkoba yang angkanya setiap tahun cenderung meningkat. Mereka juga terjerembap dalam kubangan kriminalitas, hidup hura-hura, dan lebih senang mencontek daripada belajar. Jangan kaget, nasionalisme mulai memudar di sanubari generasi penerus bangsa ini.

Generasi instan itu tentu saja terutama dilahirkan para pemimpin bangsa yang gemar korupsi untuk menumpuk harta dan hidup berfoya-foya di atas penderitaan rakyat. Kaum muda pun telah kehilangan sosok anutan lantaran kelakuan pemimpin jauh dari ucapan. Pemimpin tidak lagi satu kata dengan perbuatan.

Benar kata Kahlil Gibran bahwa orang yang mendatangkan bencana untuk bangsanya adalah orang yang tidak menebar benih, tidak menyusun bata, tidak menenun kain, tapi menjadikan politik sebagai mata pencarian.

Politik sebagai mata pencarian justru dipertontonkan secara kasatmata oleh politikus yang menyandang predikat sebagai wakil rakyat. Para politikus itu sengaja memutuskan urat malu sehingga tak segan berperan sebagai calo anggaran. Gairah pelesir ke luar negeri dikemas dalam kegiatan studi banding yang dibiayai anggaran negara.

Jadi, jangan heran, sudah menjadi sebuah fenomena, kaum muda kini berlomba-lomba masuk pentas politik. Tujuan mereka tentu saja bukan berlomba-lomba mengabdikan kekuasaan untuk kepentingan rakyat. Mereka justru ingin menggenggam kekuasaan sebagai jalan pintas mengisi pundi-pundi pribadi.

Karena itu, pahatan prestasi di atas kanvas perlombaan internasional seperti memenangi Olimpiade Fisika oleh sejumlah pelajar merupakan setetes air yang menghapus dahaga harapan. Masih ada harapan bagi generasi muda untuk mengukir nama bangsa dan negara di tengah kecenderungan serbainstan.

Tidak ada kata terlambat. Sudah tiba waktunya bagi kawula muda mengarungi riwayat perjuangan mulia generasi terdahulu. Tafsir riwayat itu bisa menjadi modal untuk memotivasi diri dan menghapus stempel generasi instan. Kredo Sumpah Pemuda mestinya selalu menggelora dalam keseharian sanubari anak muda bangsa ini, bukan cuma sekali setahun setiap 28 Oktober.

Categories: apa kata mereka? Tags:
  1. October 28, 2007 at 2:06 pm

    Sebenarbya bukan hanya masalah pemimpin2 bangsa ini yang menyebabkan pemuda-pemudi Indonesia jadi generasi instan. Menurut saya lebih ke pihak2 yang membawa budaya negara lain masuk negeri ini (Media, Budaya Mall) sehingga pemuda-pemudi kita lupa akan jati diri bangsa sendiri. Jika menyebut kata Pemuda-Pemudi berarti kata itu menyebut orang yang sudah dewasa bukan? Seharusnya pemuda-pemudi kita lebih sadar akan kondisi negara daripada mikirin jalan2 ke Mall ato diskotik.

    Pokoknya maju terus Indonesia

  2. yonna
    October 29, 2007 at 10:04 am

    generasi instan….generasi yang mengandung bahan kimia hehe.

    sekedar meraba-raba masalah dulu….kenapa timbul generasi instan jaman sekarang ini? mereka timbul seiring dengan masuknya era modernisasi dan westernisasi ke Indonesia. dengan perubahan yang dibawa oleh modernisasi ini membuat generasi muda berubah pikiran dan mengikuti setiap perubahan baru yang datang ke hadapan mereka. sayangnya perubahan baru ini bukannya mengubah cara berpikir dan cara bersikap yang benar justru diartikan sebagai mengikuti perkembangan fashion, teknologi informasi, dsb yang notabene-nya adalah hal2 yang less important dibandingkan dengan bagaimana menyelesaikan suatu masalah dengan cerdas, bagaimana menata masa depan agar cerah, bagaimana menghadapi persaingan yang keras, bagaimana cara menganalisis suatu masalah dari kacamata yang benar, dll. Absolutely hal2 yang belakangan saya sebut, bukanlah hal yang enak dan mudah, perlu waktu bertahun2 untuk melatih diri ini menjadi seorang yang bermental tangguh sehingga pandai menyelesaikan masalah dengan cerdas, cerdas karena mampu menganalisis suatu masalah dari kacamata yang benar, dsb. lebih asyik mengikuti perkembangan fashion karena urusan penampilan nomer satu. benar-benar instan bukan?! mau yang cepet ajah?! bahkan makanan instan pun harus melalui proses panjang untuk menjadi sebungkus makanan instan, sepiring mie instan. bahkan yang keliatannya instan harus melalui proses yang tidak instan. mungkin generasi muda sekarang melewati hal tersebut😀

  3. November 2, 2007 at 8:07 am

    @Backblue
    Tentu nya sebagai angkatan muda, kita yang harus mulai mewujudkan itu, yup saya setuju sekali….Maju Indonesia.

    @Yonna
    Memang benar yah, ternyata yang instant pun butuh proses, mudah2an walaupun disebut generasi instan, tapi ada proses untuk bisa belajar yang benar dan yang salah, jadi bisa berkembang pola pemikiran nya.

  4. January 28, 2008 at 6:39 pm

    Saya lagi mencari-cari sejarah Kongres Pemuda I yang entah dimana dan kapan diadakannya, tiba-tiba menemukan blog ini. Saya senang sekali.

    Baru saja kemarin malam 27/01/2008 saya beserta beberapa teman berdiskusi tentang mental instan yang diwariskan dari pendahulu-pendahulu yang baru baru ini.

    Kami tiba-tiba serius membicarakan dan bertekad untuk mengadakan Kongres Pemuda III yang akan melanjutkan Sumpah Pemuda serta menambahkan beberapa butir Sumpah Pemuda yang baru. (entah kapan hal ini akan terwujud)

    Sejauh ini kami telah membentuk group pada komunitas besar seperti http://www.friendster.com dan http://www.facebook.com serta group pada yahoo, yang mungkin nantinya akan digunakan sebagai milis.

    Berikut ini adalah draft sangat kasar yang telah saya buat pada group, pada beberapa komunitas:

    ==============================
    Dengan mengingat, memperhatikan, menimbang, serta mengharapkan kemajuan bersama Bangsa Indonesia baik secara mental dan spiritual.

    Kami bercita-cita mengadakan Kongres Pemuda Indonesia III dan merencanakan Sumpah Pemuda Indonesia baru yang berisikan sebagai berikut:

    Kami Pemuda dan Pemudi Indonesia, Mengaku Bertanah Air Satu, Tanah Air Indonesia.

    Kami Pemuda dan Pemudi Indonesia, Mengaku Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia.

    Kami Pemuda dan Pemudi Indonesia, Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.

    Kami Pemuda dan Pemudi Indonesia, Mengakui, Menghormati dan Menghargai Perbedaan Suku, Agama, Ras, dan Golongan serta Tidak Mengganggu di dalam Satu Bangsa, Bangsa Indonesia

    Kami Pemuda dan Pemudi Indonesia, Bersumpah Membangun Bangsa dengan Pengorbanan, Rela Menyingkirkan Kepentingan dan Keuntungan Pribadi Demi Tanah Air, Bangsa, Bahasa, Keutuhan, Persatuan, dan Kemajuan Indonesia.

    ==============================

    Entah kapan impian dan cita-cita ini akan terwujud, itu semua tergantung kita bersama. Semoga hal ini tidak menjadi impian dan cita-cita belaka. Kami sangat ingin merealisasikan hal ini.

    Rencana kami dalam jangka waktu dekat ini adalah
    1. Pembuatan website Kongres Pemuda III
    2. Pembuatan pernyataan bersama, misalnya kami bukan pemberontakan, kami bukan ingin berkuasa, kami tidak menyudutkan pihak lain, kami bukan membentuk kelompok eksklusif/golongan/partai/organisasi, dsb
    3. Pembentukan Tim Konseptor
    4. Pengumpulan dana realisasi, sejauh ini para donatur bersedia menyumbangkan dengan total Rp. 0,10 dikalikan dengan jumlah Pemuda Pemudi Indonesia yang mendukung. Dana akan digunakan untuk penyelenggaraan. (Ya, saya tau jumlah itu masih sangat sedikit) Angka tersebut akan bertambah seiring dengan penambahan donatur yang benar-benar rela dan berkomitmen.

    Menurut saya, hal ini akan membutuhkan persiapan yang sangat matang berhubung jumlah Pemuda Pemudi Indonesia diperkirakan sejumlah 100 juta orang.

    Kami sangat mengharapkan dan menerima saran, kritik, atau dukungan berupa apapun.

    Kontak e-mail saya tercatat oleh pemilik blog🙂
    Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, silahkan bergabung pada milis kpi3@yahoogroups.com (sekarang sih masih kosong, berhubung baru 2 hari) atau pada group di frienster http://www.friendster.com/group/tabmain.php?gid=1190325 (sejauh ini baru 5 orang) atau pada group di facebook http://www.facebook.com/group.php?gid=8167022599 (sejauh ini baru 43 orang). Mohon maaf karena menggunakan sarana komersial, berhubung websitenya belum jadi🙂

    Maaf karena menuh-menuhin blog ini…
    Terima kasih karena telah membaca…
    Mari kita bangun kembali bangsa ini terutama mental dan spiritual kita.

  5. January 30, 2008 at 3:03 am

    @fernan
    nice move🙂

    thanks udah sharing🙂

  6. Gofar
    March 29, 2008 at 6:02 am

    Mas mba yg salah ntuh pemerintah dan hukum yg dipake..Wong orang kurupsi dipenjara malah keenakan..Kata salah satu napi penjara ntu tempat istirahat n tempat nimba ilmu korupsi.Yg bener tuch korupsi dipotng tangan. Ini sebagai pendidikan buat generasi penerusnya..Takbir..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: