Home > Artikel > Surat dari Selong

Surat dari Selong

 

sdselong.jpg
Perkenalkan, nama saya Rusdi Indradewa dan saya adalah Ketua komunitas Jakarta Butuh Revolusi Budaya.Pada tanggal 27 Oktober 2007 yang lalu saya datang ke SDN Selong 01 Senopati Pagi Kebayoran Baru untuk bertemu dengan Kepala Sekolah Ibu Sri Subarni. Selain membicarakan tentang kegiatan Jakarta Butuh Revolusi Budaya (JBRB) saya berniat untuk melakukan silahturahmi dengan Beliau berhubung hari raya Idul Fitri baru saja berlalu.

Saya mengemukakan satu kendala utama yang kami hadapi dalam menjalankan bimbingan belajar (bimbel) gratis, yaitu kurangnya jumlah tenaga pengajar. Sebenarnya, JBRB sudah memiliki jumlah tenaga pengajar yang cukup namun sayangnya kebanyakan dari pengajar adalah mahasiswa yang sekarang sedang sibuk mengurus skripsi atau mengikuti praktek kerja lapangan sehingga saat ini JBRB mengalami sedikit kesulitan untuk menjalankan program bimbel tersebut. Selain masalah bimbel, saya juga melontarkan wacana Rumah Cerdas yang selama ini ada di pikiran para anggota JBRB. Rumah Cerdas dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca para murid SDN Selong 01 yang selama ini tidak memiliki perpustakaan untuk memperoleh ilmu tambahan di luar kelas. Saya menjelaskan kepada Ibu Sri bahwa bahwa Rumah Cerdas nantinya tidak dibangun atas bantuan JBRB atau pihak sekolah tapi melalui sumbangan swadaya para orang tua murid sehingga para murid memiliki sense of belonging yang tinggi. Saya menutup pertemuan pada hari itu dengan memberi kabar bahwa tim JBRB di Amerika Serikat sedang menggodok sebuah program yang dinamakan “Berburu!” dan akan menjadikan SDN Selong 01 sebagai sekolah percobaan untuk program tersebut, seketika rona wajah Ibu Sri berseri-seri. Ibu Sri kemudian berjanji akan membicarakan hasil pertemuan tadi dengan para guru dan komite sekolah.

Satu minggu kemudian tepatnya tanggal 3 november 2007 saya kembali lagi ke SDN Selong 01 untuk mengetahui bagaimana tanggapan pihak sekolah terhadap pertemuan saya dengan Ibu Sri. Saat saya memasuki gerbang sekolah, murid-murid SDN Selong 01 langsung berhamburan menghampiri saya. Wajah mereka begitu ceria dan bahagia. Ada yang menggandeng tangan saya, ada yang mencium tangan saya, dan ada pula yang memeluk saya. Perasaan saya campur aduk, yang pasti saya merasa terharu dan bahagia. Para orang tua murid serta merta turut berbaur, beberapa dari mereka langsung berkata, “kak Udi, kapan Bimbel bisa dimulai lagi? Anak-anak udah kangen nih.” Saya terdiam sejenak lalu menjawab, “Bahan-bahannya sedang dipersiapkan Bu, mungkin minggu depan sudah bisa berjalan lagi.” Selagi saya berjalan menuju ruang Kepala Sekolah, saya melintasi ruang guru, dan begitu banyak guru yang antusias melihat kedatangan saya, “Kapan nih bimbel dimulai lagi?” Saya hanya bisa tersenyum kecil sembari berkata, “Iya Pak, Ibu, materi-materinya masih dipersiapkan.”

Akhirnya saya bertemu dengan Kepala Sekolah SDN Selong 01 Ibu Sri Subarni dan beberapa Kepala Sekolah dari wilayah Kebayoran Baru. Di luar dugaan saya, kehadiran para kepala sekolah dari beberapa SDN di Kebayoran Baru tersebut ternyata adalah untuk meminta JBRB mengadakan bimbel di sekolah mereka. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa tapi berjanji akan membicarakan wacana tersebut dengan tim. Sementara itu, Ibu Sri Subarni memohon agar JBRB tidak menghentikan kegiatan bimbelnya di SDN Selong 01, ia sangat berharap bimbel bisa terus berjalan. Menurutnya, kegiatan bimbel sudah menjadi media satu-satunya bagi para murid untuk mendapatkan kesenangan walau hanya sesaat. Ia menambahkan, yang penting bukan paham tidaknya para murid terhadap pelajaran yang diberikan karena ia sudah sangat senang melihat betapa antusiasnya para murid saat mengikuti bimbel, sangat berbeda ketika mereka mengikuti pelajaran di kelas.

Setelah itu Ibu Sri Subarni mengajak saya untuk melihat tempat tinggal dari beberapa murid SD Selong 01. Benar dugaan saya sebelumnya, kehidupan mereka sangat memprihatinkan. Beberapa murid ada yang hidup di kios rokok, bayangkan satu kios yang sangat kecil dihuni oleh beberapa orang sekaligus. Ada bahkan yang hidup di dalam rumah kardus di belakang sebuah gardu listrik, seketika hati saya terguncang, “Oh Tuhan, apa yang bisa saya lakukan untuk mereka?” Saya terdiam sejenak, air mata sedikit membasahi kedua mata tapi cepat-cepat saya menahan rasa haru itu karena tidak ingin terlihat cengeng di hadapan para murid. Ibu Sri Subarni lalu melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti, “Kak Udi, kemarin kami sudah rapat dengan para orang tua murid dan pada rapat itu kami meminta sumbangan melalui kaleng yang kami putarkan. Kami setuju untuk mendukung Kak Udi dan JBRB untuk membangun SD ini. Kami berusaha untuk mewujudkan ide Rumah Cerdas yang Kak Udi sebutkan minggu lalu, dan alhamdulilah dari sumbangan tersebut kami bisa menyiapkan sebuah ruangan, dua unit AC, serta delapan unit komputer.” Mendengar ucapan Ibu Sri tersebut saya cuma bengong.

Hati saya luluh seketika. Oh Tuhan. Bayangkan, baru satu minggu yang lalu saya membicarakan wacana Rumah Cerdas dan sekarang mereka sudah bisa merealisasikannya. Mereka ini adalah orang-orang yang hidupnya serba kekurangan, mau makan saja sulitnya setengah mati. Tapi mereka percaya bahwa saya, teman-teman, dan JBRB dapat mengubah nasib anak-anak mereka sehingga kelak tidak menjadi seperti mereka. Semangat saya seketika membara, saya pasti bisa! Saya mungkin saja orang brengsek, tapi saya adalah orang brengsek yang bisa mengubah negeri ini.

Berminat menjadi pengajar bimbel kami? Syaratnya cuma satu, Anda harus memiliki cinta. Hubungi kami segera di 085692010666

Foto 1: Rumah Cerdas hasil sumbangan para orang tua murid
Foto 2: Kepala Sekolah SD Citayam (kiri) dan Ibu Sri Subarni (kanan)
Foto 3: Para murid mengerubungi saya

Categories: Artikel Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: