Home > My Opinion > KPK menahan Burhanuddin

KPK menahan Burhanuddin

Bukanlah hal yang mudah untuk menjadi seorang pemimpin, atau lebih tepatnya memangku jabatan puncak sebuah perusahaan. Apalagi kalau jabatan tersebut adalah menjadi orang nomor satu di Bank Indonesia. Ya benar, Gubernur BI Burhanudin Abdulah adalah salah satu contoh terbaik saat ini. Beliau ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus aliran dana Bank Indonesia dan diharuskan menjalani penahanan di rutan Jakarta.

Menurut pendapat saya, kalau melihat peran nya selama menjabat sebagai Gubernur BI, Burhanudin cukup handal dan ahli dalam kepemimpinannya untuk mengatur kestabilan ekonomi secara makro, tergambar dalam hal nilai tukar rupiah atau pun tingkat suku bunga yang stabil selama ini. Mendengar berita penahanan tersebut yang dilakukan oleh KPK cukup saya sesalkan, selain dikarenakan peran beliau yang cukup besar bagi negara ini, namun juga karena selama proses pemeriksaan berlangsung beliau secara itikad baik dan koperatif menjalaninya.

Hal ini akan membawa dampak atau sentimen negatif kepada pasar internasional, khususnya pasar modal indonesia yang sedang terimbas efek penurunan dari krisis sub-prime mortgage di Amerika sebagai bursa global dunia. Sehingga para investor akan memberikan sinyal keraguan untuk bisa berinvestasi di Indonesia. Yang tentunya akan semakin meluas di beberapa bulan kedepan.

KPK sebagai lembaga yang bertugas mengawasi tindak pidana korupsi dikalangan pemerintah, akhir-akhir ini sedang gencarnya melakukan aksi nya dengan berhasil menangkap tangan nama-nama orang besar seperti anggota DPR yang juga merupakan kader dari Partai Persatuaan Pembangunan (PPP) dan beberapa pucuk pimpinan BI lain nya.

Tapi apakah hal ini bisa dikatakan sebagai awal keberhasilan sebuah negara yang ber-Demokrasi? Disaat pemimpin seperti Burhanudin tersebut yang bisa dikatakan berjasa dan mengabdi demi kepentingan negara selama bertahun-tahun lamanya, dalam hitungan hari, seakan-akan kita melupakan jasa nya selama memimpin BI? Mengatur dan mengelola Bank Indonesia sebagai Bank Sentral adalah pekerjaan yang tidak mudah, namun apakah semua hal itu hanya akan berakhir dan dilupakan demi sebuah “kepentingan” ?

Categories: My Opinion Tags: , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: